1. Bagaimana
saya dapat melakukan praktek pembelajaran berdiferensiasi lebih efektif?
Pembelajaran berdiferensiasi
merupakan pembelajaran yang berpusat pada siswa. Pembelajaran ini lebih
menekankan kreativitas dalam menyelaraskan perangkat pembelajaran tetapi tidak
mengubah konsep dan tujuan kurikulum. Sebagai guru kita dapat menggali dan
mengarahkan pengajaran pada tingkat kesiapan, minat dan profil belajar siswa yang
berbeda-beda sehingga semua siswa di dalam satu ruang kelas memiliki latar
belakang kemampuan beragam bisa belajar dengan efektif.
a.
Kesiapan belajar (readiness) murid
Dalam pelajaran bahasa Inggris, saya ingin mengajarkan present
continuous tense. Kemudian saya melakukan diagnosa dan menemukan bahwa ada tiga kelompok murid di kelas.
·
Kelompok A adalah
murid yang telah memiliki keterampilan menulis dengan struktur yang benar dan
memiliki kosakata yang cukup kaya.
·
Kelompok B adalah
murid yang memiliki keterampilan menulis dengan struktur yang benar, namun
kosakatanya masih terbatas.
·
Kelompok C adalah
murid yang belum memiliki keterampilan menulis dengan struktur yang benar dan
kosakatanya pun terbatas.
Apa yang sayalakukan
di atas adalah memetakan kebutuhan belajar berdasarkan kesiapan belajar.
b.
Minat murid
Kita tahu bahwa
seperti juga kita orang dewasa, murid juga memiliki minat sendiri. Ada murid
yang minat nya sangat besar dalam bidang seni, matematika, sains, drama,
memasak, dsb. Minat adalah salah satu motivator penting bagi murid untuk
dapat ‘terlibat aktif’ dalam proses pembelajaran.
- Profil belajar murid
Profil belajar murid akan berhubungan dengan gaya belajar
seseorang.
Berikut
ini adalah beberapa yang harus diperhatikan:
·
Lingkungan : suhu, tingkat aktivitas, tingkat
kebisingan, jumlah cahaya.
·
Pengaruh
Budaya : santai - terstruktur, pendiam -
ekspresif, personal - impersonal.
·
Visual : belajar dengan melihat
(diagram, power point, catatan, peta, grafik organisator).
·
Auditori : belajar dengan mendengar
(kuliah, membaca dengan keras, mendengarkan musik).
·
Kinestetik : belajar sambil melakukan
(bergerak dan meregangkan tubuh, kegiatan hands on, dsb).
2. Pendekatan
manakah yang seharusnya saya ubahsuaikan?
Dalam pengajaran berdiferensisi
ini, guru menggunakan beragam cara, kegiatan atau proses agar siswa dapat
mengerti, memiliki informasi, ide, mengeksplor dan mendemontrasikan apa yang
telah mereka pelajari. Sebagai guru, saya harus tahu bahwa murid akan
menunjukkan kinerja yang lebih baik jika tugas-tugas yang diberikan sesuai dengan
keterampilan dan pemahaman yang mereka miliki sebelumnya (kesiapan belajar).
Lalu jika tugas-tugas tersebut memicu keingintahuan atau hasrat dalam diri
seorang murid (minat), dan jika tugas itu memberikan kesempatan bagi mereka
untuk bekerja dengan cara yang mereka sukai (profil belajar). Berdasarkan
ketiga aspek dalam mengkategorikan kebutuhan belajar murid, maka kita dapat mengoptimalkan
pembelajaran dan tentunya hasil dari pembelajaran murid diperlukan pembelajaran
yang dikembangkan sesuai dengan kebutuhan belajar murid.
3. Bagaimana
saya dapat bersikap positif walaupun banyak tantangan dalam penerapan
pembelajaran berdiferensiasi?
Setiap
harinya, tanpa disadari, guru dihadapkan oleh keberagaman yang banyak sekali
bentuknya. Mereka secara terus menerus menghadapi tantangan yang beragam dan
kerap kali harus melakukan dan memutuskan banyak hal dalam satu waktu.
Keterampilan ini banyak yang tidak disadari oleh para guru, karena begitu
naturalnya hal ini terjadi di kelas dan betapa terbiasanya guru menghadapi
tantangan ini. Bagaimanakah karakteristik setiap anak di kelas? apa kekuatan
mereka? Bagaimana gaya belajar mereka? Apa minat mereka? Siapakah yang memiliki
keterampilan menghitung paling baik di kelas? Siapakah yang sebaliknya?
Siapakah yang paling menyukai kegiatan kelompok? Siapakah yang justru selalu
menghindar saat bekerja kelompok? Siapakah yang level membacanya paling tinggi?
Siapakah murid yang masih perlu dibantu untuk meningkatkan keterampilan
memahami bacaan mereka? Siapakah yang paling senang menulis? Siapakah yang
lebih senang berbicara?
Berbagai
usaha saya lakukan yang tentu saja tujuannya adalah untuk memastikan setiap
murid di kelas sukses dalam proses pembelajarannya.
Terkadang kita perlu mengikuti keinginan mereka dari pada mengharapkan mereka
semua mengkuti keinginan kita. Dalam merencanakan pembelajaran berdifensiasi,
guru harus memahami secara mendalam kebutuhan belajar siswanya yang beragam,
baik dalam hal kesiapan belajar, minat, maupun gaya atau profil belajarnya.

Komentar
Posting Komentar